31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Viral Remaja Ajak Bakar Rumah Kapolresta Pati, Kini Minta Maaf

BETANEWS.ID, PATI – Warga dunia maya di Kabupaten Pati dihebohkan dengan sebuah unggahan provokatif yang langsung menyulut perhatian. Dalam unggahan itu, seorang remaja secara terang-terangan mengajak membakar rumah dinas Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi.

Video yang memperlihatkan ajakan tersebut diunggah oleh akun media sosial resmi Polresta Pati pada Selasa (2/9/2025) malam. Dalam video itu, terlihat jelas remaja berinisial Y menyampaikan pernyataan mengejutkan.

Baca Juga: Pansus Hak Angket Pemakzulan Sudewo Dijaga Ketat Aparat

-Advertisement-

“Info A1. Besok sepertinya ada demo besar-besaran. Bakar rumah Kapolresta Pati,” tulis Y dalam unggahan tersebut.

Tak berhenti di situ, video berlanjut dengan memperlihatkan isi percakapan pribadi Y dengan seseorang, yang mengungkapkan alasan di balik ajakan ekstrem itu.

“Tren ngimbangi tanggane. Tak ada asap kalau tidak ada api,” ungkapnya dalam chat tersebut.

Pihak Polresta Pati tak tinggal diam. Begitu mendapat laporan, sejumlah personel segera meluncur ke kediaman Y untuk mengklarifikasi kebenaran unggahan tersebut dan mencegah potensi kericuhan yang lebih besar.

Setelah didatangi polisi, Y akhirnya mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada publik.

“Saya mengaku bersalah dengan menuliskan status di WA yang provokatif dan bisa menimbulkan situasi tidak aman. Saya tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi. Saya mohon maaf dan tidak akan mengulangi lagi,” kata Y.

Kasi Humas Polresta Pati, Ipda Hafid Amin, turut angkat bicara. Ia membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan bahwa insiden itu terjadi dua hari lalu. Namun, pihaknya memilih langkah persuasif ketimbang represif.

“Kejadian 2 hari yang lalu. Tidak kami tangkap. Hanya klarifikasi aja mas,” ujar Ipda Hafid.

Baca Juga: Truk Seruduk Motor dan Warung di Ngantru Pati, Satu Orang Meninggal dan 2 Luka

Ia berharap kejadian serupa tak terulang kembali, mengingat unggahan semacam itu bisa memicu keresahan publik.

“Dia akhirnya minta maaf. Semoga ini bisa buat pembelajaran yang lain juga,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER