31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Kenalkan Potensi Wisata, Jurnalis Pati Gelar Upacara HUT RI di Gua Larangan

BETANEWS.ID, PATI – Ada yang unik dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kabupaten Pati. Sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Journalist Adventure Pati memilih menggelar upacara di dalam Gua Larangan, Desa Larangan, Kecamatan Tambakromo, Pati, Minggu (17/8/2025).

Di tengah perut gua yang biasanya digunakan sebagai tempat wisata itu, para wartawan lengkap dan beberapa warga membentuk barisan. Sang pemimpin upacara berdiri tegak memberi aba-aba singkat, meminta seluruh peserta menghormat pada Sang Saka Merah Putih.

Baca Juga: Gus Yasin Gantikan Bupati Sudewo jadi Irup Upacara Peringatan HUT RI di Pati

-Advertisement-

Sesaat kemudian, lagu Indonesia Raya berkumandang. Gaung suaranya memantul di dinding gua, menghadirkan suasana khidmat yang tak biasa. Bahkan, sejumlah wisatawan dari Sumatera ikut larut menyanyikan lagu kebangsaan dengan penuh penghayatan.

Setelah bendera berkibar, satu per satu anggota Journalist Adventure maju mencium Merah Putih sebagai simbol kecintaan kepada tanah air.

Apresiasi pun datang dari tokoh Kecamatan Tambakromo, Mirza Nur Hidayat. Ia menilai upacara tersebut tidak hanya menumbuhkan nasionalisme, tetapi juga mengenalkan potensi wisata Gua Larangan.

”Semoga kita semua tetap bersatu, tetap sejahtera dalam bingkai NKRI. Kita semua berharap ke depan ada perbaikan ekosistem hutan di area Pegunungan Kendeng, sehingga cita-cita kita menghijaukan Kendeng terwujud di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Journalist Adventure Pati, Heri Purwaka menegaskan, kegiatan ini menjadi cara jurnalis untuk terus mencintai Indonesia sekaligus menjaga alam Kendeng Utara.

Baca Juga: Peringati HUT RI, Anak-anak TK di Pati Dikenalkan dengan Pahlawan Lewat Media Bantal

”Mengadakan upacara memperingati HUT RI di Gua Larangan. Ini berada di Kendeng Utara. Ini lebih luas dan untuk upacara ini sangat menarik. Ini cara Journalist Adventure Pati untuk mencintai alam, menjaga alam dan mencintai Indonesia,” kata Heri.

Menurutnya, dengan nuansa merah putih yang bergema di kedalaman gua, upacara sederhana ini bukan hanya sekadar seremoni. Namun juga menjadi pesan kuat bahwa cinta tanah air bisa diwujudkan dengan cara-cara kreatif sekaligus menjaga alam sebagai warisan bangsa.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER