31 C
Kudus
Rabu, Februari 21, 2024
Beranda blog

Pemkab Pati Siapkan Peralatan hingga Anggaran untuk Antisipasi Banjir dan Longsor

0
Desa Mintobasuki, Gabus, Pati terendam banjir . Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati telah menyiapkan peralatan, personel hingga anggaran untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir dan longsor.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Martinus Budi Prasetyo mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan pihak terkait mengenai antisipasi terjadinya bencana banjir maupu longsor tersebut.

Baca Juga: KPU Pati Sediakan 5 Ribu Surat Suara untuk Pemungutan Suara Ulang

“Kita telah melakukan cecking terhadap masing-masing OPD, relawan maupun instansi vertikal termasuk TNI dan Polri mengenai antisipasi banjir dan longsor. Hal ini perlu kita lakukan untuk kita hitung, kita catat, supaya sewaktu-waktu musibah itu datang, kita sudah siap, ” ujar Martinus, Senin (11/12/2023).

Dengan begitu menurutnya, pihaknya akan lebih mudah untuk menghubungi siapa yang bertanggung jawab. Misalkan ketika membutuhkan tenaga alat berat untuk membersihkan, tenaga untuk evakuasi maupun medis dan lain sebagainya.

Untuk itu, katanya sangat penting untuk melakukan inventarisasi, sehingga nantinya ketika ada musibah banjir maupun longsor, pihaknya tidak kebingunan.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi, katanya semua pihak telah memaparkan terkait antisipasi banjir dan longsor. Baik di TNI, Polri, Dinas Sosial, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Dinas Kesehatan dan OPD lainnya.

“Di Disperkim misalnya, ternyata masih punya cadangan rehab rumah rusak itu sebesar Rp 270 juta sekian. Kemudian di dinas-dinas lainnya ada apa, ada apa. Nah ini pentingnya rapat koordinasi ini,” ungkapnya.

Baca Juga: 6 Truk Berisi Tiga Juta Lebih Surat Suara Pileg Sudah Tiba di KPU Pati

Kalau tidak koordinasi lintas intansi seperti ini, menurutnya akan susah. Sebab, dengan terbuka, nantinya akan lebih mudah dalam penanganan antisipasi bencana banjir maupun longsor.

“Misalkan ada rumah roboh karena cuaca ekstrem, nantinya untuk perbaikannya di Disperkim masih ada sekian, di dinas ini ada sekian dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Implementasikan Kurikulum Merdeka, SMA NU Al Ma’ruf Kudus Gelar Karya Kearifan Lokal

0
Siswa SMA NU Al Ma'ruf sedang mengikuti Gelar Karya yang bertema Kearifan Lokal. Foto: Sekarwati.

BETANEWS.ID, KUDUS – SMA NU Al Ma’ruf Kudus mengadakan Gelar Karya yang mengusung tema Kearifan Lokal. Kegiatan tersebut sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) pada program pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Kepala SMA NU Al Ma’ruf Anas Ma’ruf mengatakan, dalam IKM terdapat dua kegiatan, yaitu intrakurikuler dan kokurikuler. Ia menyebut, Gelar Karya merupakan bagian dari kokurikuler yang kemudian dilakukan dengan tujuh tema.

“Implementasi Kurikulum Merdeka atau IKM itu diterapkan di lembaga atau sekolah untuk yang kelas X, sedangkan kelas XI dan XII masih menggunakan kurikulum yang kemarin. Nah, IKM ini ada intrakurikuler dan kokurikuler. Kami disuruh ada tujuh tema bebas, peserta IKM nanti sampai kelas XII,” katanya pada betanews.id, Kamis (27/10/2022).

Gelar Karya yang diikuti oleh siswa SMA NU Al Ma’ruf. Foto: Sekarwati.

Baca juga: SMA NU Al-Ma’ruf Borong Piala Lomba Story Line dan Edukatif Kultural Museum Patiayam

Memilih tema kearifan lokal, lanjut Anas, bertujuan untuk membangun nilai-nilai kebudayaan, adat istiadat, melalui falsafah yang ada di lingkungan mereka. Sehingga, para siswa akan lebih memahami kebudayaan secara konkret.

“Jadi pada intinya, IKM ini ada Projek Penguatan Pancasila atau disingkat dengan istilah P5. Setelah melalui rapat, kami memilih tema kearifan lokal dengan harapan anak-anak ini lebih konkret, budaya, adat istiadat, falsah-falsafah di lingkungannya, kenapa ada budaya ini muncul,” imbuhnya.

Sementara itu, Waka Kurikulum Choironi Rofiqul menerangkan, dalam Gelar Karya Kearifan Lokal itu dilakukan dalam dua bentuk, yakni pemeran produk dan aksi. Sejumlah 61 kelompok dari 11 kelas memamerkan beberapa produk olahan, buah, dan tarian khas dari Kudus.

“Ini yang dipamerkan ada dua, dalam bentuk aksi dan produk. Kalau yang aksi jumlahnya 20, yang produk jumlahnya 41 stan. Karena dari 11 kelas, terdiri dari 6 kelompok dan beberapa kelompok ada yang dijadikan satu, totalnya 61 kelompok,” terangnya.

Baca juga: Tak Hanya Belajar Sejarah, Museum Juga Bisa Jadi Tempat Belajar Bahasa

Ia berharap, dengan adanya Gelar Karya itu, ke depannya dapat dilakukan dengan meriah dan lebih baik lagi. Tidak hanya itu, siswa juga diminta lebih perhatian memahami lingkungan sekitarnya.

“Harapannya anak bisa menguasai dan memahami lingkungan sekitar, sehingga untuk evaluasi ke depan lebih semangat lagi dalam mengusung tema,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Anggota DPRD Kudus Sebut Sistem PPDB Tahun Ini Sudah Paling Adil

0
Ketua Komisi D DPRD Kudus Ali Ihsan. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Komisi D DPRD Kudus Ali Ihsan meminta sekolah di Kudus berbenah dalam menghadapi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB). Dengan sistem zonasi, semua peserta didik punya hak yang sama untuk menentukan sekolah yang dituju. Tidak ada diskriminasi tentang peluang masuk sekolah unggulan, sebab dalam sistem zonasi tidak mengenal sekolah unggulan.

“Oleh sebab itu, kami dorong agar setiap sekolah di Kudus untuk berbenah, baik dari sarana dan pra sarana maupun dari tenaga pelajar,” ujar Ali Ihsan kepada Betanews.id, Selasa (21/6/2022).

Ali menuturkan, PPDB dengan sistem zonasi pijakan keterimanya tidak pada tingginya nilai, tapi pada zonasi wilayah yang ditentukan. Mereka harus diakomodir sekolah di wilayah calon siswa, karena memang sudah aturannya.

Baca juga: Banyak Pendaftar PPDB SMA/SMK Kesulitan Input Data, Pemprov Jateng Siapakan Tim Pembantu

“Untuk mengakomodir mereka yang ingin bersekolah di sekolahan tertentu tapi tidak masuk wilayah zonasi bisa daftar melalui jalur prestasi. Jadi memang sistem PPBD sekarang itu sudah paling adil,” jelasnya.

Terkait permasalahan yang sering terjadi yakni server trouble, dia yakin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus sudah membenahi dan mengantisipasi agar hal itu tak terjadi. Jika masih ada troubel dan peserta didik tak bisa mengakses data, maka bisa datang langsung ke sekolah yang dituju.

“Nanti pasti diajari oleh pembimbing cara daftarnya. Sebab semua sekolah pasti sudah menyiapkan pembimbing,” ungkapnya.

Baca juga: Banyak Pendaftar PPDB SMA/SMK Kesulitan Input Data, Pemprov Jateng Siapakan Tim Pembantu

Sedangkan terakit Kartu Keluarga (KK) ganda, ia menuturkan, bahwa hal itu merupakan masalah klasik. Ia pun tak memungkiri kasus seperti itu ada.

“Namun, yang jelas dengan sistem zonasi justru memberi peluang sama terhadap calon peserta didik. Tidak ada kemudian grade sekolah favorit dan sekolah pinggiran. Tapi dengan sistem zonasi akan menciptakan bahwa sekolah, semuanya unggulan,” tandas Ali.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Koleksi Pistol VOC, Seniman Asal Pati Ini Siap Sumbangkan untuk Pemerintah dengan Syarat

0
Pistol zaman VOC yang dimiliki seniman Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Joko Wahyono, seniman asal Kabupaten Pati memiliki koleksi barang antik yang cukup jarang dimiliki banyak orang. Barang antik tersebut adalah berupa, dua buah pistol atau senapan VOC zaman pemerintahan kolonial Belanda.

Kedua pistol itu berbahan kayu, kuningan dan besi. Terdapat berbagai ukiran di kedua pistol tersebut. Salah satu ukiran yang menonjol yakni lambang perkumpulan dagang Belanda atau yang lebih dikenal Vereenigde Oostindische Compagniecode (VOC).

Baca Juga: Bawaslu Pati Berharap Masyarakat Ikut Kawal Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara

Tahun pembuatan juga terukir di salah satu pistol peninggalan Belanda itu. Tahun 1618 terlihat sangat jelas di samping kanan pistol yang berwarna kuning keemasan.

Joko Wahyono menyimpan kedua pistol itu di salah satu lemari di rumahnya, Dukuh Randukuning, Kelurahan Pati Lor, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. Selain kedua pistol itu, ia juga mengoleksi lambang VOC yang terbuat dari kuningan.

Ia mengaku mendapatkan barang-barang antik itu dari salah satu teman akrabnya. Karena tertarik dan kebetulan mempunyai uang, ia akhirnya menebus barang antik saat itu.

”Yang dapat sebenernya teman saya sekitar 10 tahun yang lalu. Saya ndak tahu dapatnya dari mana. Setelah itu, saya beli dengan harga sekitar Rp 5 juta,” ujar lelaki berusia 68 tahun itu.

Sejak mendapatkan kedua pistol itu, ia mengaku belum ada orang yang tertarik dengan koleksinya hingga saat ini. Ia juga mengaku tidak pernah berniat menjual koleksi yang berharga dan menyimpan nilai sejarah ini.

”Saya juga ndak pernah menawarkan. Jadi ndak ada yang menawar untuk membeli dua pistol ini,” ungkapnya.

Meski demikian, Joko Wahyono mengaku siap menyumbangkan barang-barang antiknya kepada pemerintah bila ada museum di Kabupaten Pati.

Selain pistol dan lambang VOC, ia juga mempunyai berbagai koleksi buku-buku sejarah. Baginya, barang-barang itu penting, sehingga ia tertarik memilikinya.

Baca Juga: Gegara Ini, Kecamatan Cluwak Baru Besok Laksanakan Rekapitulasi Penghitungan Suara

Barang-barang berharga itu, ia simpan di kediaman. Namun sayang, sekitar dua pekan lalu, genting rumah peninggalan orang tuanya roboh. Hal ini membuat sejumlah koleksinya ikut rusak.

”Syukur Alhamdulillah, untuk pistolnya aman dan tidak mengalami kerusakan,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Melonjaknya Harga Beras jadi Biang Kerok Naiknya Inflasi di Pati

0
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Pati, Hadi Santoso. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Dalam beberapa pekan ini, indeks inflasi di Kabupaten Pati merangkak naik. Kenaikan inflasi dipicu adanya sejumlah harga komoditas yang mengalami kenaikan selama bulan Februari ini.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Pati, Hadi Santoso menyampaikan, indeks inflasi yang terjadi saat ini relatif tinggi.

Baca Juga: Bawaslu Pati Berharap Masyarakat Ikut Kawal Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara

Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi harga komoditas seperti beras, minyak goreng, cabai, bawang putih dan bawang merah yang merangkak naik.

“Semoga minggu ini harga keempat komoditas ini tidak terlalu naik tajam. Sehingga kami bisa mempertahankan indeks perkembangan harga di angka dua persen,” ujar Hadi dalam melalui via WhatsApp, Rabu (21/2/2024).

Ia menyebut, berdasarkan pantauan Disdagperin Pati, Indeks Perkembangan Harga (IPH) relatif tinggi. Pekan ini merupakan titik tertinggi dengan angka 2,5 persen. Angka ini, lanjut Hadi naik dari IPH minggu sebelumnya yang hanya mencapai 1,8 persen saja.

Sementara dari sumber yang sama, Hadi menyebut, di awal bulan Februari inflasi telah mencapai satu persen. Meski begitu, Hadi menyebut angka inflasi terhitung tinggi dari tren yang dialami Kabupaten Pati.

“Kami berupaya menekan inflasi dengan mendatangi pasar, agen, distributor. Kami meminta agar mereka tidak menahan barang sehingga barang di pasaran terpenuhi,” ungkapnya.

Hadi menduga, lonjakan harga yang terjadi lantaran memasuki bulan Ramadan. Dirinya menyebut, berdasarkan pantauan di lapangan beberapa harga memang mulai merangkak naik.

“Tetapi kalau kenaikan harga beras ini bukan faktor bulan Ramadan saja. Bisa jadi masa panen yang telat membuat beras langka. Apalagi para beras dari petani Pati banyak dijual keluar ke daerah,” imbuhnya.

Katanya, berdasarkan pantauan di sejumlah pasar, kenaikan harga beras terjadi di dua pasar di Pati yanki pasar Sleko 1 dan Pasar Puri Baru. Pasar Sleko 1 atau pasar beras, harga tertinggi beras telah menyentuh Rp17.000 per kilogram.

Baca Juga: Gegara Ini, Kecamatan Cluwak Baru Besok Laksanakan Rekapitulasi Penghitungan Suara

Sementara di Pasar Puri Baru kenaikan harga beras dirasakan di semua jenis beras. Mulai dari kualitas biasa dari Rp12.000 naik menjadi Rp14.000, kualitas super dari Rp14.000 menjadi Rp17.000. Kemudian beras wangi dari Rp15.000 naik menjadi Rp18.000 dan beras kemasan 2,5 kilogram dari harga Rp37.000 menjadi Rp41.000.

Hadi mengatakan, selain meninjau pasar, pihak dinas berencana menggelar pasar murah sebelum bulan Ramadan untuk menekan angka inflasi. Setidaknya 4.950 paket disediakan untuk pasar murah.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Belum Semua Daerah Panen Raya Disebut Jadi Pemicu Naiknya Harga Beras

0

BETANEWS.ID, JEPARA – Harga beras di Kabupaten Jepara terus mengalami kenaikan sejak satu bulan terakhir. Menurut Kepala Cabang Bulog Pati, Hardiansyah, mengatakan, naiknya harga beras, karena saat ini belum semua daerah khususnya di Wilayah Pati Raya belum merata panen rayanya.

“Kenapa harga beras naik, karena kondisi sekarang panen belum banyak, jadi memang kondisi panennya belum bisa (banyak). Di kita (Karesidenan Pati) rata-rata usia padi ini kan baru 1-1,5 bulan,” katanya melalui sambungan telepon, Rabu (21/2/2024).

Untuk menekan harga beras agar tidak semakin naik, Bulog mempunyai dua strategi. Dari Bulog pusat, menurutnya, meminta Bulog di seluruh daerah untuk menyalurkan bantuan pangan yang dimulai serentak pada hari ini, 21-22 Februari 2024.

Baca juga: Harga Beras, Cabai, hingga Telur di Jepara Terus Merangkak Naik Sejak Sebulan Lalu

Total bantuan yang akan disalurkan sebanyak lima ribu ton. Kemudian yang kedua melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP), di mana harga dari beras tersebut masih terjangkau untuk dibeli masyarakat, yakni dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp10.900 per kilogram.

Stok beras tersebut, menurutnya, mulai digelontorkan sejak awal 2024, dengan total 500-800 ton untuk lima kabupaten di Wilayah Pati Raya meliputi Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora.

“Dua program itu untuk menahan agar harga tidak semakin tinggi lagi sambil menunggu waktu panen, dan nanti waktu panen kemungkinan Maret-April kita juga ada pengadaan, kita isi kembali untuk stok-stoknya,” katanya.

Untuk saat ini, stok beras di Kantor Bulog Pati masih tersedia sebanyak 11 ribu ton. Jumlah tersebut juga dimungkinkan akan bertambah menyusul segera datangnya masa panen raya.

Baca juga: Gegara Bansos, Pedagang Beras di Kudus Menjerit Karena Penjualan Turun Drastis

Sehingga ia memastikan, stok beras di wilayah Karesidenan Pati masih aman sampai menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.

“Stok untuk Ramadan sampai Idulfitri aman, jadi (masyarakat) tidak perlu panic buying, intinya belanja sesuai kebutuhan. Stoknya cukup, cuma memang panennya belum mulai banyak, nanti kalau panen sudah mulai banyak insyaAllah harga sudah mulai pulih kembali,” imbuhnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Untuk Korban Banjir Demak, LKP Dimy Motor Gelar Servis Gratis sampai Jumat, Ini Lokasinya

0

BETANEWS.ID, DEMAK – Puluhan motor terparkir di depan Madrasah Aliyah (MA) Al-Irsyad yang ada di Jalan Gajah-Dempet, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak. Motor-motor tersebut dibawa oleh para pemiliknya untuk diperbaiki setelah terendam banjir selama hampir dua pekan. Beberapa di antara mereka juga terlihat menunggu kendaraan mereka diperbaiki.

Sementara itu, tampak sejumlah mekanik sedang memperbaiki kendaraan. Mereka berbagi tugas mengerjakan motor. Di sisi lain, tampak seorang laki-laki tengah sibuk melihat dan memantau kerja para mekanik. Dia adalah Moh Dimyati, pemilik Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Dimy Motor, Desa Kalikondang, Demak.

“Kami beserta alumni LKP Dimy Motor gotong royong dalam membantu para korban banjir Karanganyar, Demak pascabanjir. Sekarang sudah mulai surut, jadi kami adakan servis motor gratis sebab banyak kendaraan yang terendam banjir,” terangnya saat ditemui, Rabu (21/02/2024).

Baca juga: Korban Banjir Demak Bondong-Bondong Servis Motor di Bengkel Dadakan

Servis gratis yang dilaksanakan hari itu juga melibatkan banyak pihak, mulai dari Forum Silaturahmi dan Komunikasi Dimy Motor (Forsi Kadim), Bengkel Motor Online (bemo), Pawange Motor Injeksi, serta Alumni Pelayanan Kecakapan Wirausaha (PKW) tahun 2017, 2019, 2021, 2022, dan 2023.

“Untuk sementara ini, kami adakan servis gratis tiga hari ke depan yakni Rabu, Kamis, dan Jumat. Sedangkan, untuk rencana selanjutnya tergantung dengan permintaan masyarakat serta stok oli yang kita punya,” jelasnya.

Sementara itu, Dimy, biasa disapa, mengatakan, persediaan oli tersebut dibeli melalui donasi para alumni LKP Dimy motor untuk servis motor para korban banjir. Dirinya berharap masyarakat mampu memberikan bantuan serta dukungan terhadap para mekanik salah satunya adalah konsumsi.

“Berharap mendapat banyak dukungan dari masyarakat untuk para mekanik yang telah suka rela membantu para korban banjir,” ujar Dimy.

Baca juga: Penambalan Tanggul Sungai di Ketanjung dan Ngemplik Wetan, Demak Hampir Rampung

Dimy mengungkapkan, persyaratan yang dibawa untuk servis motor gratis adalah kartu tanda penduduk (KTP) untuk mengetahui alamat warga, apakah benar-benar terkena banjir atau tidak.

Salah satu korban banjir, Nurul, mengaku sangat terbantu dengan adanya program servis motor gratis.

“Sangat membantu masyarakat sekitar jadi, lebih meringankan beban para korban banjir,” ujar warga Desa Wonorejo RT 04/ RW 01, Kecamatan Karanganyar itu.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Harga Beras, Cabai, hingga Telur di Jepara Terus Merangkak Naik Sejak Sebulan Lalu

0

BETANEWS.ID, JEPARA – Sejumlah komoditas bahan pokok di Kabupaten Jepara terus mengalami kenaikan sejak satu bulan terakhir. Rata-rata kenaikan berada di kisaran Rp2-6 ribu.

Isnanto (52), salah satu pedagang sembako di Pasar Jepara Dua, Kecamatan/Kabupaten Jepara, mengatakan, beras menjadi komoditas bahan pokok yang kenaikannya paling terasa.

Kenaikan harga beras menurutnya mulai terjadi pada akhir Januari. Saat itu, kenaikan hanya berkisar Rp500 per kilogram, dan kini sudah mencapai Rp2000-2.500 per kilogram.

Baca juga: Gegara Bansos, Pedagang Beras di Kudus Menjerit Karena Penjualan Turun Drastis

Untuk harga beras medium yang ia jual terdapat dua jenis, yaitu Rp15 ribu per kilogram, untuk grade yang biasa. Namun, rata-rata beras medium yang banyak dicari pembeli yaitu Rp16.500 per kilogram. Sedangkan untuk beras premium menjadi Rp17 ribu per kilogram.

“Naik ini sekitar satu bulan terakhir, yang tadinya Rp13 ribu jadi Rp15 ribu per kilogram. Yang tadinya Rp14 ribu jadi Rp16.500 per kilogram,” katanya saat ditemui di Pasar Jepara II, Rabu (21/2/2024).

Meskipun mengalami kenaikan, hal tersebut tidak berimbas pada turunnya jumlah pembeli. Dalam sehari, ia rata-rata tetap mampu menjual lima kuintal beras dari semua jenis. Sebab pembelinya rata-rata pedagang makanan seperti nasi goreng dan warung makan.

“Ya (pembeli) ngeluh, tapi tetep beli. Soalnya kan kebutuhan sehari-hari, dan rata-rata (yang beli) orang jualan, jadi nggak ngaruh di jumlah daya beli. Tetap, nggak ada penurunan sama sekali,” jelasnya.

Selain beras, sejumlah komoditas bahan pokok lain juga mengalami kenaikan. Telur yang semula Rp27 ribu per kilogram, kini menjadi Rp29.500.

Baca juga: 7 Pasar Tradisional di Kudus Akan Diperbaiki dengan Dana Cukai, Anggarannya Rp5,5 Miliar 

Kemudian bawang merah yang semula Rp30 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp36 ribu. Sedangkan bawang putih yang tadinya Rp40 ribu per kilogram, naik menjadi Rp 42 ribu per kilogram.

Sementara harga cabai merah keriting yang tadinya Rp80 ribu per kilogram, menjadi Rp85 ribu. Cabai setan yang tadinya Rp70 ribu per kilogram, menjadi Rp75 ribu.

“Selain telur, bawang merah bawang putih, sayur juga naik. Tapi alhamdulillah, pembeli tetap stabil,” katanya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Aset Tak Ada yang Terselamatkan saat Banjir, SDN 1 Wonoketingal Merugi Ratusan Juta

0

BETANEWS.ID, DEMAK – Ratusan buku paket terlihat dijemur di halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Wonoketingal, Kecamatan Karanganyar, Demak. Buku paket yang merupakan fasilitas anak didik itu tak terselamatkan akibat banjir yang melanda sejak Jumat (9/2/2024).

Kepala SDN 1 Wonoketingal, Zumi Artiningsih, mengatakan, sebagian besar aset sekolah saat ini kondisinya tak bisa diselamatkan, karena banjir yang datang begitu cepat menerjang area permukiman warga hingga SDN 1 Wonoketingal. Melihat sejumlah aset yang saat ini rusak, pihaknya mengaku membutuhkan bantuan dari pihak pemerintah.

“Semoga saja ada bantuan dari pemerintah, kedua kami upayakan diambil dana bantuan operasional sekolah (Bos). Sementara untuk dari pihak dinas terkait kemarin sudah ada pendataan aset yang rusak, mungkin nanti ada tindak lanjutnya,” ungkap wanita berusia 40 tahun itu, Rabu (21/2/2024).

Baca juga: Penambalan Tanggul Sungai di Ketanjung dan Ngemplik Wetan, Demak Hampir Rampung

Zumi menuturkan, ketinggian air yang mencapai satu meter itu membuat sejumlah aset seperti peralatan sekolah mengalami kerusakan yang parah. Peralatan itu meliputi 500 buku paket kelas satu sampai kelas enam semua mapel, almari tiap kelas, meja kursi guru, meja kursi tamu, hingga alat rebana.

“Untuk saat ini sedang beres-beres sekolahan, karena kemarin halaman sekolah hingga kelas terdapat endapan tanah lumpur dengan ketinggian 5 centimeter. Alhamdulillah kemarin juga dibantu relawan dari Sukabumi yang ikut membersihkan tanah lumpur dengan alat semprot, sehingga lebih cepat untuk pengerjaannya,” terangnya.

Dengan banyaknya aset sekolah yang tak tertolong itu, ia memperkirakan kerugian yang dialami cukup besar, setidaknya mencapai ratusan juta.

Warga Desa Wonorejo RT 9 RW 3, Kecamatan Karanganyar, Demak, itu mengungkapkan, bahwa hari ini rencananya ada penyemprotan disinfektan yang dilakukan oleh pihak dinas terkait, sehingga proses pembelajaran yang akan dimulai Senin depan bisa lebih nyaman dari gangguan nyamuk.

Baca juga: Hidup Sendiri, Mbah Khotijah Merana Melihat Rumahnya Porak Poranda Dihantam Banjir 

“Ini masih menunggu penyemprotan disinfektan dari dinas yang rencananya akan dilakukan hari ini. Tapi kita juga belum tahu karena banyak sekolah maupun fasilitas umum warga yang juga membutuhkan penyemprotan disinfektan atau fogging,” jelasnya.

Zumi menyebut, banjir itu merupakan pertama kalinya terjadi di Wonoketingal. Sebab, selama hidup di sana ia tidak pernah mengalami kebanjiran yang begitu besar seperti yang dialami beberapa waktu lalu itu.

“Seumur-umur baru kali ini banjir di sini dengan ketinggian air yang tinggi,” imbuh ibu dua anak tersebut.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Tingkat Partisipasi Pemilih di Jepara Capai 85,4 Persen, Meningkat dari Pemilu 2019

0

BETANEWS.ID, JEPARA – Penjabat (Pj) Bupati Jepara, Edy Supriyanta, mengatakan, tingkat partisipasi pemilih
dalam Pemilihan Umam (Pemilu) 2024 mengalami peningkatan dari 83 persen pada Pemilu 2019 menjadi 85,4 persen.

“Dari 914.996 DPT (daftar pemilih tetap -red), warga Jepara yang hadir ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) dan menggunakan hak pilihnya sebanyak 85,4 persen. Ini lebih besar dari tahun 2019 di angka 83 persen,” katanya saat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jepara bertemu dengan para tokoh agama, masyarakat, pemuda, dan ormas di Pendopo RA Kartini Jepara, Rabu (21/2/2024).

Atas tingginya angka partisipasi tersebut, ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Jepara yang telah menggunakan suaranya, unsur pelaksana dan pengawas pemilu, hingga TNI, Polri, dan Linmas yang mengamankan jalannya Pemilu.

Baca juga: 15 KPPS Jepara Sakit Usai Bertugas, 10 Masih Opname di Rumah Sakit

Kapolres Jepara, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, mengatakan, saat ini pihaknya terus memonitor rekapitulasi suara di tingkat kecamatan sampai nanti di tingkat pusat.

“Akan kami kawal terus sampai KPU menetapkan hasil secara resmi,” katanya.

Ia menambahkan, komunikasi di antara masing-masing Forkopimda di Jepara juga selalu terjalin sebagai upaya mengurangi potensi konflik paska Pemilu

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Haizul Ma’arif, menambahkan, Pemilu merupakan kompetisi yang diatur undang-undang. Sehingga kalah maupun menang merupakan hal wajar.

Baca juga: Prabowo-Gibran Tetap Unggul di Pemungutan Suara Ulang Jepara

Sing menang aja umuk, sing kalah aja ngamuk (yang menang jangan sombong, yang kalah jangan mengamuk),” katanya.

Kepada sesama peserta Pemilu, ia meminta agar hasil akhir Pemilu dapat dihormati meski masih digodok dan direkap oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Suara Masuk Hampir 100 Persen, Tiga Partai Berpeluang Dapat 2 Kursi di Dapil Pati 2

0
Kantor KPU Pati, Jalan Kolonel Sunandar, Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Penghitungan suara calon anggota DPRD Kabupaten Pati untuk Dapil Pati 2 sudah masuk hampir 100 persen berdasarkan hitung nyata atau real count oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati.

Hingga Rabu (21/2/2024) pukul 12.30 WIB, suara yang masuk mencapai 96,40 persen atau sebanyak 965 dari jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Dapil Pati 2.

Berdasarkan data tersebut, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih unggul jauh dari partai-partai lainnnya dalam hal perolehan suara. Dari data itu, suara sah partai dan suara sah calon sebanyak 34.532 suara.

Baca juga: Rekapitulasi Suara Pemilu 2024 Mulai Dilakukan Hari Ini di Tingkat Kecamatan

Disusul kemudian, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang memperoleh suara 23.710. Selanjutnya yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dengan perolehan sebanyak 19.185 suara.

Dari data sementara berdasarkan jumlah suara yang sudah masuk sebanyak 96,40 persen tersebut, setidaknya tiga partai berpeluang untuk memiliki wakilnya di DPRD Pati dalam lima tahun ke depan.

Tiga partai yang berpeluang mendapatkan dua jatah kursi di DPRD Pati itu adalah, PDIP, PKB, dan PPP.

Sedangkan untuk partai lainnya yang berpeluang hanya memiliki jatah satu kursi, yaitu, Partai Gerindra, Nasdem, Golkar, Demokrat, dan PKS.

Perlu diketahui, untuk Dapil Pati 2 memiliki alokasi kursi sebanyak 11. Dapil ini, meliputi wilayah Kecamatan Margoyoso, Tayu, Dukuhseti, Tayu, dan Gunungwungkal.

Sementara, untuk calon yang berpeluang untuk duduk di kursi DPRD adalah, Teguh Bandang Waluya (PDIP) dengan perolehan suara 7.175. Kemudian, Yoga Dermawan Nur Saputra (PDIP) dengan 6.647 suara. Raihan suara Yoga selisih sangat tipis dengan Muhammad Dhanung Singgihaji yakni 6.643 suara.

Selanjutnya yaitu Muntamah (PKB) dengan 9.808 suara. Disusul Muhammadun (PKB) dengan perolehan suara 8.508.

Baca juga: Bawaslu Pati Berharap Masyarakat Ikut Kawal Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara

Kemudian ada Muhammad Yasin Shodiq (PPP) dengan raihan suara 9.146 dan Sholikhul Hadi (PPP) yang mendapatkan suara 5.727.

Ada pula nama Maulana Adhika Prastya ( Gerindra) yanga mendapatkan suara 8.019. Kemudian Karwito (Nasdem) dengan 8.982 suara. Selanjutnya, Riyanto (Golkar) dengan perolehan 6.543 suara.

Jatah kursi selanjutnya adalah milik Eko Kiswanto (Demokrat), yang mendapatkan 9.957 suara. Kemudian terakhir ada nama Sadikin (PKS) dengan jumlah 6.127 suara.

Sebagai catatan, nama-nama calon legislatif di atas yang berpeluang duduk di kursi DPRD Pati bisa saja berubah, mengingat suara yang masuk belum genap 100 persen.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Bawaslu Pati Berharap Masyarakat Ikut Kawal Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara

0
Rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2024 di tingkat Kecamatan di Kabupaten Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pati meminta, masyarakat turut andil dalam mengawal proses rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu 2024.

Hal ini, menurut Ketua Bawaslu Pati Supriyanto, untuk mewujudkan proses demokrasi berjalan dengan jujur dan adil. Sehingga, dalam pelaksanaan rekapitulasi tersebut, tidak terjadi sesuatu yang mengarah terhadap praktik penyalahgunaan wewenang.

Baca Juga: Pedagang Sebut Razia PKL di Kawasan Zona Merah di Pati Tak Adil, Tebang Pilih

“Kami berharap, selain peserta pemilu masyarakat juga ikut mengawal proses rekapitulasi yang dilakukan oleh jajaran KPU, ” imbaunya, Selasa (20/2/2024).

Ia juga menyebut, sebagai lembaga pengawas pemilu, Bawaslu juga akan hunting untuk memonitor dan memastikan pelaksanaan tekapitulasi berjalan dengan baik.

Katanya, pihak Bawaslu juga sudah mendapatkan undangan untuk menyaksikan proses rekapitulasi, yang mulai hari ini dilakukan di tingkat kecamatan.

“Tercatat ada 20 kecamatan dari 21 kecamatan yang ada di Pati, yang hari ini melaksanakan rekapitulasi hasil penghitungan suara. Satu, untuk Kecamatan Cluwak, akan dilakukan besok, ” ucapnya.

Lebih lanjut ia menyinggung terkait adanya keluhan warga soal data yang ada di Sirekap. Menurutnya, masyarakat ada komplain mengenai data yang disebut terjadi anomali.

Baca Juga: Update Hasil Hitung Suara DPR Jateng 3, Mantan Bupati Pati Diprediksi Melenggang Mulus ke Senayan

“Sirekap, dalam hal ini memang tidak terlalu valid, ada salah pembacaan. Misalnya di sana angka 80 menjadi 800. Nah, tentu ini bisa dikawal, supaya hal tersebut bisa diluruskan melalui rekapitulaai secara berjenjang,” katanya.

Dirinya menyampaikan, bahwa Bawaslu dan jajarannya akan terus melakukan pengawasan dalam semua tahapan Pemilu 2024 yang berjalan. Termasuk katanya adalah rekapitulaai hasil penghitunhan suara.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kuasa Hukum Daniel Ragu Tanggapan JPU Mampu Jawab Persoalan Pejuang Lingkungan

0
Aktivis lingkungan Karimunjawa, Daniel Frits Maurits Tangkilisan menjadi tersangka kasus ujaran kebencian. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Sidang lanjutan Daniel, Aktivis Lingkungan Karimunjawa yang menjadi terdakwa kasus ujaran kebencian dan terjerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) bakal kembali digelar pada Kamis (22/2/2024) di Kantor Pengadilan Negeri Jepara.

Nantinya agenda sidang yaitu pembacaan tanggapan penuntut umum atas keberatan atau eksepsi dari kuasa hukum dan terdakwa. Dimana eksepsi sudah disampaikan dalam sidang yang digelar hari ini, Selasa (20/2/2024).

Baca Juga: Jadi Pejuang Lingkungan Karimunjawa, Kuasa Hukum Daniel: ‘Dia Tak Layak Jadi Terdakwa’ 

Muhnur Satyahaprabu, Kuasa Hukum Daniel mengatakan tidak ada persiapan khusus untuk sidang yang akan digelar Kamis depan. Namun justru ia menilai bahwa tanggapan yang akan disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) nantinya belum mampu menjawab persoalan struktural yang dialami oleh aktivis pejuang lingkungan.

“Untuk sidang selanjutnya kan hanya melihat bantahan JPU, dan saya yakin bantahan tersebut tidak mampu menjawab problem struktural pejuang lingkungan hidup,” katanya saat ditemui usai persidangan di depan Ruang Sidang Chandra, Kantor Pengadilan Negeri Jepara.

Sebab menurutnya kasus yang saat ini menimpa Daniel dan membuat ia harus ditahan serta menjadi terdakwa tidak perlu terjadi apabila aparat penegak hukum mengacu pada pedoman dan Undang-Undang (UU) yang ada.

Yaitu UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 70 Ayat 1 dan Pedoman Jaksa Agung Nomor 8 Tahun 2022. Dimana dari dua dasar tersebut, aktivis pejuang lingkungan tidak seharusnya dituntut secara pidana atau digugat secara perdata.

“Harusnya kasus ini tidak terjadi kalau aparat penegak hukum memahami aturan kasus ini secara independent. Apakah ada dugaan tidak independen? saya tidak tahu. Tapi dasar hukumnya jelas, Daniel tidak layak dijadikan tersangka,” tegasnya.

Baca Juga: 15 KPPS Jepara Sakit Usai Bertugas, 10 Masih Opname di Rumah Sakit

Terlebih jika melihat isi postingan Facebook dari Daniel menurutnya, 99 persen berisi postingan tentang kondisi lingkungan di Karimunjawa.

“Semua postingan fb (Daniel) hampir 99 persen tentang kondisi lingkungan Karimunjawa. Tidak ada puisi rindu, pacar, tidak ada. Ini murni soal kondisi lingkungan di Karimunjawa. Jadi kita harus melihat Daniel sebagai pejuang, predikat itu harus melekat pada Daniel,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

PKB Kudus Temukan Dugaan Penggelembungan Suara dan Desak PSU, Bawaslu: ‘Tak Ada Bukti’

0
Ketua Bawaslu Kudus, Wahibul Minan. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kudus mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus menggelar pemilihan suara ulang (PSU) di beberapa Tempat pemungutan Suara (TPS), karena menemukan adanya dugaan penggelembungan suara oleh Partai Gerindra.

Ketua DPC PKB Kudus, Mukhasiron, mengatakan, berdasarkan laporan dari timnya ketika rekapitulasi suara di tingkat kecamatan, ditemukan upaya dugaan penggelembungan suara Partai Gerindra di TPS 6 Desa Jetiskapuan, Kecamatan Jati. Dalam temuan itu, pada form C1 hasilnya 53 suara, sementara yang tertera di Sirekap ada 3.811 suara.

“Tim kami juga temukan upaya adanya penggelembungan suara Partai Gerindra di TPS 9 dan 2 Kelurahan Wergu Kulon, Kecamatan Kota,” ujar Mukhasiron kepada Betanews.id melalui sambungan telepon, Rabu (20/2/2024).

Baca juga: 15 KPPS Jepara Sakit Usai Bertugas, 10 Masih Opname di Rumah Sakit

Atas dasar temuan tersebut, lanjutnya, PKB Kudus mendesak adanya PSU. Menurutnya, kejadian tersebut sudah cukup bukti untuk Bawaslu merekomendasikan PSU.

“Kita akan kumpulkan bukti dan segera melapor ke Bawaslu,” tandas Mukhasiron.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bawaslu Kudus, Moh Wahibul Minan, justru menanyakan dasar temuan dugaan penggelembungan hingga 800 suara oleh PKB. Sebab, di satu TPS itu hanya mengakomodir maksimal 300 pemilih, dan tentunya yang sudah terdaftar sebagai pemilih di TPS tersebut.

“Lha ini penggelembungannya kok sampai 800 suara. Itu penggelembungannya dari mana?” ujar Minan kepada Betanews.id melalui sambungan telepon, Rabu (21/2/2024).

Minan juga menyatakan, Bawaslu tak menemukan bukti terkait dugaan penggelembungan suara di TPS 6 Desa Jetiskapuan, Kecamatan Jati. Selain itu, laporan dari Penwascam Jati, semuanya sudah clear.

Baca juga: PDIP ‘Ugal-Ugalan’ di Dapil lV Kudus, Kemungkinan Antarkan 4 Caleg Jadi Anggota DPRD

“Sudah clear di sana (PPK Kecamatan Jati) dan sudah dibetulkan. Hal itu juga sudah sudah diketahui oleh Panwascam dan saksi dari masing parpol, semua ada di sana. Intinya tidak ada bukti penggelembungan suara,” bebernya.

Apabila pihak PKB mendesak untuk dilakukan PSU, tutur Minan, akan dilihat apakah memenuhi persyaratan atau tidak. Menurutnya, salah satu syarat untuk dilakukan PSU adalah apabila ada orang yang tak memiliki hak pilih di TPS tersebut tapi ikut mencoblos.

“Artinya orang luar yang tak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) kemudian ikut memilih di TPS tertentu atau Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) yang tidak sesuai, itu baru bisa dilakukan PSU,” jelasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Paper Chicken yang Sudah Jelas Lezat Ini Bisa Jadi Menu Andalan Antiribet 

0
Salah satu menu di Kedai Paper Chicken di Jalan Pangeran Puger, Desa Demaan, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Foto: Anita Purnama

BETANEWS.ID, KUDUS – Dua perempuan terlihat sibuk membuat berbagai menu pesanan pembeli di sebuah kedai yang berada di Jalan Pangeran Puger, Desa Demaan, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Di sisi luar kedai dengan bangunan klasik itu terlihat beberapa orang sedang menunggu sambil duduk di kursi yang disediakan. Beberapa menit kemudian, satu per satu dari mereka mendapat jatahnya masing-masing untuk dibawa pulang. 

Sejak buka awal 2023 lalu, Kedai Paper Chicken milik Monik (30) itu memang jadi pilihan menarik orang-orang yang ingin makan siang atau malam tanpa ribet. Selain menu-menu yang menggugah selera, harganya juga ramah kantong orang Kudus. 

Dua pembeli sedang menunggu pesanannya di Kedai Paper Chicken di Jalan Pangeran Puger, Desa Demaan, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Foto: Anita Purnama

Menurutnya, paper chicken menyediakan beberapa menu, seperti rice box ayam dengan harga mulai Rp13 ribu. Kemudiaan ada juga beef rice box dengan harga mulai Rp20 ribu. Selain rice box, ada juga kebab, dengan varian yang hanya beda di sausnya saja. Untuk isian kebab ada dua macam yaitu beef dan ayam.

Baca juga: Steak 23 bisa Jadi Menu Andalan Makan Steak Ayam Murah tapi Nggak Murahan

“Best sellernya itu kebab yang original dengan harga Rp12 ribu. Sedangkan untuk rice boxnya itu chicken rice box berbeque buat yang nggak suka pedas. Tapi yang suka pedas biasanya yang saus hot Korea. Masing-masing dibanderol dengan harga Rp14 ribu,”rincinya saat ditemui, Rabu (31/01/2024). 

Dalam sehari, Kedai Paper Chicken mampu menjual hingga 50 porsi, dengan waktu buka mulai pukul 11.00-21.00. Paper Chicken juga sudah tersedia di ShopeeFood dan GrabFood. 

“Karena lokasinya yang dekat dengan Alun-Alun Kudus, jadi terkadang kena dampaknya kalau misal di sana ada acara-acara gitu. Di sini jadi sepi penjualannya,” katanya. 

Editor: Ahmad Muhlisin 

- advertisement -

7 Pasar Tradisional di Kudus Akan Diperbaiki dengan Dana Cukai, Anggarannya Rp5,5 Miliar 

0
Beberapa warga tampak menyeberang jalan di depan Pasar Kliwon Kudus. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus mendapatkan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang akan digunakan untuk revitalisasi beberapa pasar tradisional. 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kudus, Andi Imam Santoso, menyampaikan, alokasi ini merupakan pertama kalinya dapat alokasi dana cukai. Nominalnya kurang lebih Rp5,5 miliar. 

“Dana cukai itu akan kita gunakan untuk revitalisasi infrastruktur beberapa pasar tradisional. Karena memang ada beberapa bagian pasar tradisional butuh untuk dilakukan perbaikan,” ujar Andi saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Baca juga: Fantastis! RSUD Kudus Dapat Alokasi Dana Cukai Rp50,2 Miliar, Buat Apa Ini?

Kabid Pengelolaan Pasar, Dinas Perdagangan Kudus, Albertus Harys Yunanto, menambahkan, ada tujuh pasar yang akan diperbaiki, yaitu Pasar Kliwon, Pasar Bitingan, Pasar Jember, Pasar Ngembalrejo, Pasar Wates, Pasar Mijen, dan Pasar Kalirejo. 

“Perbaikan tiap-tiap pasar berbeda. Ada yang revitalisasi los dan perbaikan atap bocor,” bebernya. 

Harys kemudian merinci, pasar Kliwon akan direvitalisasi saluran airnya, sementara Pasar Bitingan, Jember, dan Mijen yang diperbaiki adalah bagian atapnya.  

“Perbaikan atap ini memang perlu dilakukan. Sebab, atap pasar di Kudus sudah lama tak diperbaiki dan banyak yang bocor. Terutama Pasar Jember,” ujarnya.

Baca juga: Hanya Silpa Rp21 M, Serapan Dana Cukai Kudus Tahun 2023 Disebut Cetak Rekor

Sementera untuk Pasar Kalirejo dan Wates perbaikan dilakukan di bagian los. Khusus Pasar Wates, ada beberapa los yang sering kebanjiran. 

“Los yang sering terendam banjir ketika hujan itu akan kita rehab di tahun ini,” ungkapnya. 

Dia pun berharap, revitalisasi ini akan menjadikan sarana dan prasarana pasar tradisional di Kudus semakin baik. Sehingga, pedagang maupun pengunjung nyaman melakukan aktifitas di pasar. 

Editor: Ahmad Muhlisin 

- advertisement -

Meriah, Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum Kudus Diikuti Ratusan Atlet Cilik

0
Ratusan atlet cilik meriahkan kejuaraan Liga Klub Mitra PB Djarum Kudus pada 20-24 Februari 2024. Foto: Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan atlet cilik meriahkan kejuaraan Liga Klub Mitra PB Djarum Kudus. Kejuaraan yang diselenggarakan di GOR Djarum Jati, Kabupaten Kudus itu akan berlangsung mulai hari ini, Selasa hingga Sabtu (20-24/2/2024). Ada sebanyak puluhan klub di bawah naungan PB Djarum yang ikut serta dalam ajang itu.

Koordinator Kejuaraan Liga Klub Mitra PB Djarum Kudus, Sigit Budiarto mengatakan, ajang kejuaraan cabang olahraga badminton yang diselenggarakan oleh PB Djarum Kudus merupakan even pertama kali yang diselenggarakan, dimana sebelumnya ajang tersebut bernama Home Turnamen Klub Mitra, yang terakhir digelar dua tahun lalu.

Baca Juga: Banjir Demak Buat Gas Melon di Kudus Langka, Pedagang Harus Cari ke Luar Kota

“Untuk jumlah peserta yang mengikuti dalam ajang ini ada sebanyak 363 atlet. Tujuannya untuk mencari bibit-bibit baru, melihat potensi klub mitra, serta mempererat silaturahmi dengan klub mitra PB Djarum Kudus,” bebernya saat ditemui di lokasi, Selasa (20/2/2024).

Ia menjelaskan, PB Djarum Kudus memiliki setidaknya 26 klub mitra yang tersebar di beberapa daerah. Data itu bertambah jika dibandingkan dengan dua tahun lalu, dimana klub mitra PB Djarum, waktu itu kurang lebih ada 10 klub.

“Kejuaraan ini ada beberapa katagori yang dipertandingkan, yaitu tunggal putra dan putri usia 9,11,13 tahun dan ganda putra dan putri usia 13 dan 15 tahun. Intinya kejuaraan ini untuk pembinaan dan memberikan banyak kesempatan bagi mereka. Sehingga bisa membuat mereka terbiasa dengan kompetisi,” ujarnya.

Meski baru hari pertama, kata legenda bulutangkis asal Indonesia itu, melihat banyak potensi para atlet cilik dari segi tehnik saat bertandang. Tak hanya itu antusiasme peserta dalam mengikuti ajang itu juga sangat bagus dan sangat ramai.

“Untuk lapangan menggunakan 10 lapangan di lokasi GOR Djarum Jati ini,” ungkapnya.

Baca Juga: Mantan Bupati Hartopo Kembali Dipanggil Kejari Kudus, Datang Kendarai Mobil Hardtop 

Sigit menambahkan, pelaksaan pertandingan itu dibuat sistem gugur. Namun menariknya, atlet yang kalah dibuatkan even lagi, sehingga para atlet itu juga mendapat kesempatan bermain lebih banyak.

“Sehingga untuk pengalaman atlet karena butuh wadah dan suasana pertandingan, dibikin seperti ini agar ada nuansa kompetisinya,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Gegara Ini, Kecamatan Cluwak Baru Besok Laksanakan Rekapitulasi Penghitungan Suara

0
Ilustrasi. Rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2024 di tingkat Kecamatan di Kabupaten Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Pati yang jumlahnya sebanyak 21, hampir seluruhnya sudah mulai melaksanakan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2024 yang dimulai hari ini, Selasa (20/2/2024).

Hanya Cluwak, yang merupakan satu-satunya kecamatan yang baru akan memulai menggelae rekapitilasi hasil penghitungan suara besok, yakni pada Rabu (21/2/2024).

Baca Juga: Pedagang Sebut Razia PKL di Kawasan Zona Merah di Pati Tak Adil, Tebang Pilih

Komisioner KPU Pati Nugrahaeni Yuliadhistiani menyebut alasan kenapa Kecamatan Cluwak baru memulai besok, sedangkan kecamatan lainnya sudah dimulai hari ini, Selasa (20/2/2024).

Menurutnya, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) terpaksa harus tidak bebarengan dengan kecamatan lainnya dalam memulai rekapitulasi, karena masih menyelesaikan data Sirekap.

“Tinggal Cluwak yang baru besok mulainya. Yang lain hari ini. Ini karena mereka masih menunggu Sirekap selesai, ” ujar Adhis, Selasa (202/2/2024).

Dijelaskannya, penyelesaian Sirekap itu, untuk memudahkan nantinya ketika tampil, ada data yang menunjukkan berdasarkan Sirekap, C Plano dan saliman C Plano.

Namun menurutnya, hal itu tidak berpengaruh besar terhadap proses pelaksanaan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu 2024.Sebab, pihaknya masih punya tenggat waktu selama 14 hari untuk rekapitulasi tersebut.

Baca Juga: Update Hasil Hitung Suara DPR Jateng 3, Mantan Bupati Pati Diprediksi Melenggang Mulus ke Senayan

“Kalau sesuai tahapan, untuk kabupaten tenggat waktunya 14 hari, yakni maksimal sampai dengan 9 Maret nanti. Nah untuk di tingkat PPK ini, pada tanggal 24 saya harapkan sudah ada hasilnya,” ungkapnya.

Dirinya mengatakan, untuk proses rekapitulasi ini, data-data C Plano, salinan C Plano hingga Sirekap akan disandingkan. Jika terdapat selisih, akan dilakukan perbaikan.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -
33,532FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,342PengikutMengikuti
105,050PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler