31 C
Kudus
Sabtu, April 13, 2024

Warga Ungaran Berbondong-bondong Ramaikan Pasar Murah Ramadan Berkah 2024

BETANEWS.ID, SEMARANG – Dua belas hari menjelang Idulfitri 1445 H, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya menekan harga sembako. Satu di antaranya, menggelar Pasar Murah Ramadan Berkah 2024 di Kompleks Tarubudaya, Ungaran, Kamis (28/3/2024). Selain jualan produk tani murah, pada kegiatan itu juga disalurkan 3,5 ton beras kepada warga kurang mampu.

Di sana, berbagai komoditas dijual dengan harga miring, karena langsung didatangkan dari petani. Seperti cabai rawit yang dijual Rp8.000 per dua ons, kelengkeng Rp18.000 per 500 gram, melon hidroponik Rp39 ribu per buah.

Sementara untuk beras, dijual mulai harga Rp62 ribu per 5 kilogram untuk jenis ciherang, dan untuk beras rojolele Srinuk Klaten Rp85 ribu per 5 kilogram. Adapun harga gula pasir kemasan dijual Rp16.500 per kilogram.

Baca juga: Gelar Pasar Murah, Pemkab Jepara Siapkan 2.475 Paket Sembako

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, mengatakan, ajang itu adalah upaya pemerintah menyediakan sembako dengan harga terjangkau. Selain itu juga untuk menekan inflasi jelang lebaran 2024.

“Ini langsung dari petani, untuk mencukupi kebutuhan pokok masyarakat, apakah itu beras, sayuran,  buah-buahan, dan lainnya. Ini memotong mata rantai distribusi (dari petani) dan dijual di Distanbun. Kita cek di kios tadi (selisih) antara Rp3 ribu-Rp6 ribu jauh lebih murah dari pasaran,” ujarnya

Nana mengatakan, pasar murah bertujuan menjaga daya beli masyarakat. Mengingat, selain mendekati Idulfitri, beberapa kejadian bencana juga memengaruhi hasil panen komoditas beras.

Ia menyebut, terobosan pasar murah akan terus digelar, agar konsumen juga petani mendapat kualitas serta harga murah. Selain itu, Nana juga memastikan pasokan kebutuhan pokok di Jawa Tengah tetap tangguh.

“Pemprov Jateng bersama pemda dan stakeholder lainnya kami terus melakukan gerakan pasar murah. Tidak hanya di satu tempat, tapi banyak tempat, sesuai kebutuhan masyarakat,” tutur Pj gubernur.

Baca juga: Pekan Depan, Pemprov Jateng Tentukan Langkah Rehabilitasi Pasca Bencana

Petani sayur asal Boyolali, Sunan menyebut, acara seperti itu cukup membantu pemasaran produknya. Ia mengaku, membawa produk berupa sayuran, bawang merah, cabai, bawang putih sebanyak 200 kilogram.

“Sekarang lihat saja sudah habis. Cabai di pasaran Rp30 ribu per kilogram, saya jual Rp22 ribu per kilogram, dan itu masih untung. Karena petani juga punya empati terhadap kondisi ini, seharusnya untung Rp5 ribu kita cuma ambil Rp4 ribu. Ini cara kami bantu warga dan pemerintah,” ujar warga Mojosongo itu.

Ia menyambut baik kegiatan yang diinisiasi oleh Pemprov Jateng itu, karena dinilai membantu petani memperoleh harga yang bagus. Sementara, konsumen masih bisa menjangkau.

“Harus diadakan di instansi pemerintah. Harus diperbanyak kami petani champion siap. Hari ini ada kegiatan serupa di 10 kabupaten,” pungkas Sunan.

Editor: Ahmad Muhlisin

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER