31 C
Kudus
Rabu, Februari 28, 2024

Alumni ODM Kudus Raih Juara 2 Lomba Monolog Festival Kesenian Indonesia 2023

“Khusus untuk monolog, aspek yang dinilai ada tiga, yakni keaktoran (keutuhan karakter peran), penyutradaraan (interpretasi naskah dan unity atau keutuhan garapan), dan penataan artistik (keutuhan artistik pertunjukan). Kemudian aspek penilaian itu dijadikan penentu kategori juara dalam lomba monolog. Masing-masing kategori terdapat juara 1, 2, dan 3,” jelasnya.

Orion menambahkan, mereka membawakan naskah monolog Tolong karya N. Riantiarno. Keduanya mengisahkan perjalanan penuh penderitaan Atikah, seorang pekerja migran yang mempunyai harapan besar agar dapat memperbaiki kehidupan yang lebih baik, namun yang terjadi, ia justru dibenturkan pada kenyataan bahwa ia telah terjebak dalam jeratan siksaan dan ketidakadilan di negeri orang.

Baca juga: Buku Antawacana di Sunyi Kurusetra, Perwujudan Kisah-Kisah Pewayangan dalam Kehidupan Masa Kini

Di tengah keterasingan dan keputusasaan, Atikah terus mencari harapan dan mempertahankan tekadnya untuk bertahan hidup, hingga nanti kembali ke Indonesia dan bertemu Mudasir suaminya, Mak dan Bapak.

Pada panggung pementasan, Sutradara menghadirkan bentuk seorang perempuan yang terkurung di dalam sebuah box jeruji besi dengan kondisi leher yang selalu terikat oleh rantai di atas panggung, menggambarkan ironi, keterasingan, dan keterbelengguan Atikah.

Sebagai tambahan informasi, sebelum kuliah di Institut Seni Indonesia Surakarta, Orion dan Vina pernah terlibat dalam pementasan beberapa lakon selama di PKBM Omah Dongeng Marwah, antara lain ANANG-ING MURIA karya Tiyo Ardianto (2018-2019) dan DONG-Eng? karya Ervina Dwi Setyaningrum (2019), D.O.N.G.E.N.G karya Orion Bima Wicaksana (2019).

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER