31 C
Kudus
Minggu, Desember 4, 2022
BerandaKUDUSPATITinggal Sebatang Kara,...

Tinggal Sebatang Kara, Remaja Penyandang Disabilitas di Gabus Pati Ini Ingin Tekuni Bidang Multimedia

BETANEWS.ID, PATI – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pati menyambangi kediaman Nova Carvathya Putra (22), penyandang disabilitas yang telah ditinggalkan kedua orang tua untuk selamanya.

Ayah Nova, Dahlan, sudah wafat sekira setahun lalu. Adapun ibunya, Sufitri, baru saja meninggal sepekan lalu.

Merasa prihatin atas kondisi yang dialami Nova, Ketua PWI Pati Moch Noor Efendi beserta sejumlah anggotanya datang untuk bertakziah sembari menyerahkan bantuan, Rabu (28/9/2022).

- Ads Banner -

Baca juga: Bantu Cari Nafkah, Anak Penyandang Disabilitas Ini Ikut Ibunya Jual Kerupuk di Pinggir Jalan

Bantuan yang diberikan berupa sejumlah uang, mi instan, dan pakaian untuk penyandang tunadaksa tersebut.

Kini, Nova tinggal seorang diri di rumah peninggalan orang tuanya di Desa Gabus RT 4 RW 7, Kecamatan Gabus. Namun, sanak saudara rutin mengunjunginya.

Sepeninggal kedua orang tua, Nova dirawat oleh kedua kakaknya yang tinggal berdekatan, yakni Sudalianingsih yang merupakan kakak tertua serta dan kakak kedua dari Nova.

Menurut Sudalianingsih, adik kandungnya itu saat kecil divonis menderita polio.

“Lahirnya normal, saat usia 10 hari demam tinggi, kemudian kondisi kesehatannya berangsur memburuk,” kata kakak tertua Nova ini.

Meski kondisi motorik tubuhnya terbatas, menurut Sudalianingsih, Nova punya tingkat kecerdasan yang baik. Nova merupakan lulusan SMPN 1 Gabus.

“Alhamdulillah teman-temannya di sekolah dulu sangat baik, sayang sama Nova. Sering membelikan makanan, bahkan sampai menyuapi,” ujar dia.

Adapun saat ini, lanjut Sudalianingsih, Nova masih menempuh pendidikan penyetaraan, yakni Kejar Paket C.

“Adik saya ini cukup cerdas dan giat belajar. Bahkan di Paket C sempat mengeluh ‘sekolah kok tidak ada pelajarannya tapi langsung tes’,” tutur dia.

Sementara, kakak ipar nova yaitu suami dari Sudialianingsih, Muh Arifin mengatakan, bahwa adiknya kini aktif di media sosial, memasarkan jasa deklit (tenda hajatan) dan dekorasi milik tetangga.

Ia juga terkadang membantu orang menjualkan sepeda motor di media sosial.

Ketika Ketua PWI Pati Moch Noor Efendi menanyai apa cita-citanya, dengan perkataan yang diterjemahkan oleh M Arifin, Nova menjawab ia punya minat di bidang multimedia.

“Jualan dekor, deklit, motor di Facebook, IG, dan Tiktok,” kata Nova ketika ditanyai aktivitasnya sehari-hari.

Baca juga: Kisah Perjuangan Hidup Puluhan Disabilitas di Desa Birit Klaten, Ada yang Pernah Ingin Bunuh Diri

Nova punya keterbatasan dalam berbicara. Ia berkata-kata dengan artikulasi yang kurang jelas bagi orang awam. Namun, kedua kakaknya mampu memahami perkataan Nova dan menerjemahkannya.

Ketua PWI Pati Moch Noor Efendi mengatakan, pihaknya merasa tergerak untuk mendatangi kediaman Nova setelah mendapat informasi dari seorang tetangganya.

“Setelah mendengar cerita tentang kondisinya, kami merasa Nova adalah seseorang yang layak untuk dibantu. Kami bantu semampunya. Kebetulan PWI Pati sebagai organisasi profesi wartawan juga punya program PWI Pati Peduli,” tandas Fendi.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler