Pemain kepruk ketoprak Siswo Budoyo saat beraksi di atas panggung. Foto: Kaerul Umam

Sejumlah grup ketoprak baru di Pati, kata Edy, di antaranya grup Kancil Joyo, Pati Utomo, Kidung Kencono dan Mintho Budoyo, yang terhitung baru mendaftarkan diri. Dari tujuh kelompok baru yang mendaftar, menurutnya ada satu kelompok yang belum diverifikasi.

“Kelompok baru tahun 2022 ada tujuh. Ini masih kurang satu yang belum kita cek, besok rencana main di Kayen. Kalau lolos nanti ya jadi 81 kelompok,” terang Edy.

Menurut Edy, ketoprak sudah menjadi identitas Kabupaten Pati. Ketoprak telah menjadi branding daerah, dan terus dijaga keberadaannya. Pemerintah Kabupaten Pati telah berusaha agar kesenian ketoprak menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WPTB) yang dimiliki Kabupaten Pati.

Banner Ads

“Kami akan masukkan juga kesenian ketoprak ini dalam WPTB, tapi sekarang baru mengumpulkan kajian ilmiahnya. Ketoprak ini merupakan branding Pati,” tuturnya.

Ketoprak Besar di Pati

Edy menyebutkan, ada sejumlah ketoprak besar dengan di Pati yang memiliki jadwal pentas sangat padat. Sejumlah ketoprak itu antara lain Wahyu Manggolo, Siswo Budoyo, Wahyu Budoyo, Krido Carito, dan sejumlah ketoprak lain.

Dikatakan ketoprak yang besar, kata Edy, selain jadwal pentas yang penuh, sejumlah ketoprak itu juga memiliki penampilan yang bagus. Tak hanya di Pati, ketoprak-ketoprak itu juga disukai masyarakat di luar Pati.

“Ketoprak yang masuk grade A ada 15, dan yang grade B ada 65 grup. ketoprak yang masuk grade B memiliki jadwal yang tidak sepadat ketoprak di grade A,” tuturnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini