31 C
Kudus
Jumat, Agustus 12, 2022
spot_img
BerandaKESEHATANWaspada! Kasus DBD...

Waspada! Kasus DBD di Kudus Meningkat, Hingga Mei Ada 280 Kasus dan 5 di Antaranya Meninggal

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) meningkat cukup signifikan pada tahun 2022. Pada periode Januari hingga Mei, kasus DBD di Kota Kretek mencapai 280.

Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) DKK Kudus Nuryanto mengakui, bahwa ada peningkatan yang cukup signifikan kasus DBD di Kudus saat ini. Bahkan, dibanding tahun sebelumnya peningkatannya lebih dari dua kali lipatnya.

Baca juga: Cegah DBD Serang Anak-anak, Puskesmas Ngembal Kulon Launching Program Siber Santik

- Ads Banner -

“Pada tahun lalu, Januari hingga Desember di Kudus itu ada 152 kasus DBD. Sedangkan tahun ini, Januari hingga Mei sudah ada 280 kasus, lima di antaranya meninggal,” ujar Nuryanto kepada Betanews.id, Selasa (28/6/2022).

Nuryanto menjelaskan, peningkatan kasus DBD di Kudus dikarenakan cuaca ekstrem. Sebab sejak Januari hingga saat ini, curah hujan masih tinggi. Sehingga menyebabkan banyak terjadi genangan air yang jadi tempat bersarang nyamuk.

“Penyebabnya salah satunya adalah cuaca ekstrem. Kemungkinan kasus DBD melonjak tidak hanya di Kudus saja tapi juga di daerah lain,” ucapnya.

Dia menuturkan, penyakit DBD disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti. Nyamuk tersebut sangat suka menjadikan genangan air sebagai tempat bersarang.

Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau masyarakat Kudus selalu menjaga kebersihan. Serta melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M plus.

“Selain menguras bak air secara berkala, menutup bak air rapat-rapat, serta memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang) yang berpotensi menjadi tempat kembangbiak nyamuk demam berdarah,” jelasnya.

Baca juga: Murah dan Praktis, Ketua DPRD Minta Tiap RT Punya Alat Fogging Mini Buatan Warga Kudus Ini

Agar tak terjadi kematian, kata dia, diharapkan saat ada anggota keluarga yang demam segera diperiksakan ke Puskesmas terdekat. Sebab di seluruh Puskesmas Kudus mempunyai alat Rapid Test Dengue.

“Alat tersebut fungsinya untuk mendiagnosa dini DBD. Sehingga pasien DBD bisa segera tertangani. Sayangnya masyarakat masih sering membelikan obat di apotek saat ada anggota keluarganya demam. Sehingga menjadikan penanganan DBD jadi terlambat dan bisa berakibat kematian. Terutama anak-anak yang kekebalan tubuhnya masih rentan,” bebernya.

Editor : Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

32,381FansSuka
15,327PengikutMengikuti
4,330PengikutMengikuti
90,084PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler