Melalui pembangunan tembok laut dan dua kolam retensi tersebut, wilayah sepanjang sekitar 10 kilometer dari Kaligawe hingga ke Sayung, dimana tembok laut itu dibangun, akan kering. Saat ini, wilayah tersebut terendam air laut akibat abrasi.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam pidatonya saat meninjau pembangunan jalan Tol Semarang-Demak meminta, area yang kering tersebut jangan lagi didirikan bangunan secara masif. Terlebih pembangunan kawasan industri nantinya tidak memperhatikan aspek lingkungan.

“Dulu sudah saya sampaikan, awas ya, area yang kering ini nanti jangan lagi didirikan bangunan secara masif, terlebih tidak memperhatikan aspek lingkungan,” ujar Ganjar.

Banner Ads
Agus Hendratno, pakar geologi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Foto: Kaerul Umam

Sementara itu, pakar geologi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Agus Hendratno meminta pemerintah menghitung kembali kemampuan kawasan industri Terboyo dan Sayung. Jika kawasan tersebut tidak lagi mampu menahan struktur bangunan, dia minta pembangunan insdustri baru disetop.

“Kalau kemampuannya tidak lagi memadai, sebaiknya disetop. Pemerintah harus mencari lokasi lain untuk pengembangan kawasan industri baru, meski nanti akan ada area kering hasil pembangunan tembok laut Tol Semarang-Demak,” tutur Agus saat ditemui Tim Lipsus Beta News, beberapa waktu lalu.

Tinggalkan Balasan