Direktur Teknik PT PP, Deddy Susanto. Foto: Kaerul Umam

Sementara itu, Direktur Teknik PT PP, Deddy Susanto menjelaskan, ada sejumlah titik lahan yang hingga kini belum bisa dibebaskan. Pada pembangunan jalan Tol Semarang-Demak seksi 2, ada sejumlah titik yang lahan yang masih dalam proses pembebasan, meski progres proyek sudah mencapai 68 persen lebih.

“Tapi ini sudah ada titik temu, tinggal mencari lahan pengganti. Ada perkantoran, ada juga tempat ibadah,” tutur Deddy.

Sedangkan di seksi 1, ada lahan bersertifikat yang kini telah tenggelam belum bisa dibebaskan. Pihaknya masih menunggu aturan dari pusat untuk proses ganti untung kepada pemilik lahan.

Banner Ads

“Jadi di seksi 1 itu ada lahan yang tenggelam karena terkena abrasi, tapi lahan itu ada sertifikatnya. Nah, kami butuh aturan untuk proses pembebasannya. Apakah nanti ganti untungnya berapa persen dari NJOP, atau bagaimana,” katanya.

Pembangunan tol Semarang-Demak seksi 1 baru dimulai pada awal 2022 ini, meski seksi 2 telah dimulai setahun sebelumnya pada awal 2021. Pembangunan jalan tol Semang-Demak seksi 1 sepanjang 10,39 kilometer ini akan terhubung dengan jalur tol existing Semarang A-B-C di Kaligawe, dan didesain membelah lautan yang sekaligus akan menjadi tembok laut, dan berakhir di Sayung. Proyek ini akan dibangun di atas 252 bidang tanah seluas 383,37 Ha.

Sedangkan untuk Pembangunan tol Semarang-Demak seksi 2 akan dibangun sepanjang 16,31 kilometer, terbentang dari Sayung hingga Demak. Pada pembangunan jalan tol Semarang-Demak Seksi 2 ini, jalan tol dibangun di atas 1350 bidang tanah seluar 151,72 ha.


Tim Lipsus 14: Ahmad Rosyidi (Reporter/Host), Rabu Sipan, Kaerul Umam (Reporter/Videografer), Suwoko (Editor), Andi Sugiarto (Video Editor), Manarul Hidyat (Videografis), Lisa Maina Wulandari (Translator), Ludfi Karmila (Transkriptor) Dian Ari Wakhidi (Perlengkapan

Tinggalkan Balasan