Bambu akan digunakan sebagai bahan cerucuk dan matras dalam penerapan teknologi bambu pada proses trial embankment pembuatan tanggul laut Tol Semarang-Demak. Bambu-bambu ini didatangkan dari sejumlah daerah di Indonesia. Bambu dipilih sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan, termasuk diameter dan panjangnya.

Proses awal trial embankment, bambu akan dipancang secara vertikal di permukaan tanah lunak sebagai cerucuk. Kemudian di atas cerucuk akan dipasang matras bambu yang telah dirakit menggunakan tali. Pada rencana awal, matras bambu disusun sebanyak 17 lapis, namun setelah pengujian diputuskan menggunakan 13 lapis bambu.

Setelah cerucuk dan matras bambu terpasang, proses selanjutnya yakni Prefabricated Vertical Drain (PVD). Proses ini berfungsi untuk mengeluarkan air tanah agar konsolidasi tanah bisa dipercepat. Setelah itu, proses selanjutnya yani pemasangan geotube dan kemudian penimbunan pasir sebagai bantalan struktur jalan tol.

Banner Ads

Penerapan teknologi bambu di atas laut tidaklah mudah. Para pekerja harus berjibaku untuk mengendalikan bambu yang mengapung di lokasi yang telah ditentukan. Belum lagi mereka harus berhadapan dengan cuaca yang tidak menentu dan angin yang kerap kali berhembus sangat kencang.

Penggunaan alat beratpun menjadi tantangan tersendiri, karena harus mengoperasikannya di atas permukaan laut yang tak jarang dihempas gelombang tinggi. Oleh karena itu, pantauan cuaca dan gelombang laut dari BMKG menjadi instrumen penting dalam pelaksanaan proses ini.


Tim Lipsus 14: Ahmad Rosyidi (Reporter/Host), Rabu Sipan, Kaerul Umam (Reporter/Videografer), Suwoko (Editor), Andi Sugiarto (Video Editor), Manarul Hidyat (Videografis), Lisa Maina Wulandari (Translator), Ludfi Karmila (Transkriptor) Dian Ari Wakhidi (Perlengkapan)

Tinggalkan Balasan