Ilustrasi tembok laut Tol Semarang-Demak. Foto: Capture Youtube Astro ID

Fungsi kolam retensi dan rumah pompa berfungsi untuk menyedot air yang datang dari hulu sungai untuk di alirkan ke laut. Ini dilakukan untuk menjaga agar kawasan yang dikelilingi tembok laut laut tetap kering. Sedangkan untuk pembangunan rest area di tengah laut, tepatnya di kilometer 5 Tol Semarang Demak seksi 1, akan difungsikan sebagai destinasi wisata baru di Semarang.

Berdasarkan jadwal yang telah dibuat, pembangunan tol Semarang-Demak Seksi 1 ini akan rampung dikerjakan pada 2024 nanti, dan diproyeksikan operasional pada tahun 2025. Sedangkan ketahanan struktur bangunan tol yang sekaligus menjadi tembok laut dirancang bisa menahan rob selama 50 tahun.
Pemilihan teknologi bambu pada pembangunan jalan tol Semarang-Demak seksi 1 akan menjadi yang pertama di Indonesia, untuk pembangunan jalan tol. Teknologi bambu dipilih karena tanah wilayah yang akan dibangun jalan tol memiliki struktur tanah lunak yang sangat dalam, yakni 60 meter.

Bambu dinilai memiliki struktur yang mampu menahan struktur bangunan jalan di atas laut. Bambu juga dinilai memiliki kekuatan untuk menahan struktur bangunan, karena memiliki serat yang kuat dan merata. Selain itu, dipilihnya teknologi bambu karena lebih efisien dibanding dengan teknologi lain.

Banner Ads

Sebelum diaplikasikan dalam proyek pembangunan tol, Kementerian PUPR melalui Balai Bahan dan Struktur Bangunan Gedung, Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan, Direktorat Jenderal Cipta Karya, melakukan pengujian kekuatan bambu untuk peningkatan daya dukung tanah dasar konstruksi tol Semarang-Demak.

Pengujian bambu dilakukan melalui dua jenis pengujian, antara lain uji tarik sistem matras bambu dan uji lentur sistem matras bambu. Pengujian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui perilaku bambu yang dirangkai menjadi kesatuan sebagai matras, yang memiliki gaya tarik horisontal serta gaya tekan pada arah tegak lurus.

Tinggalkan Balasan