Direktur Teknik PT PP Tol Semarang-Demak, Deddy Susanto. Foto: Kaerul Umam

Dia menjelaskan, Tol Semarang-Demak akan dibangun sepanjang 26,7 kilometer. Pembangunan tol ini dibagi menjadi dua seksi. Seksi pertama akan menghubungkan wilayah Kaligawe Kota Semarang hingga wilayah Sayung Kabupaten Demak.

“Sedangkan Seksi dua, tol akan menyambung dari wilayah Sayung hingga Demak. Proyek pembangunan tol Semarang-Demak ini akan menelan anggaran sebesar Rp 15 triliun,” katanya.

Struktur jalan tol Semarang Demak yang akan dibangun memiliki empat lajur, setiap lajur memiliki lebar 3,6 meter. Jalan tol ini memiliki lebar bahu jalan luar 3 meter, dan memiliki lebar median 5,5 meter. Jalan tol Semarang Demak memiliki masa konsesi selama 35 tahun, memiliki gerbang tol 3 buah, simpang susun 2 buah, on/off ramp 2 buah, jembatan 9 buah, overpas 1 buah, dan underpass 6 buah.

Banner Ads

Pembangunan tol Semarang-Demak seksi 1 baru dimulai pada awal 2022 ini, meski seksi 2 telah dimulai setahun sebelumnya pada awal 2021. Pembangunan jalan tol Semang-Demak seksi 1 sepanjang 10,39 kilometer ini akan terhubung dengan jalur tol existing Semarang ABC di Kaligawe, dan didesain membelah lautan yang sekaligus akan menjadi tembok laut, dan berakhir di Sayung.

Proyek ini akan dibangun di atas 252 bidang tanah seluas 383,37 Ha. Seksi 1 Tol Semarang Demak ini akan menelan anggaran sebesar Rp 9,6 triliun.

Proyek pembangunan tol Semarang-Demak Seksi 1 ini memiliki tiga paket kegiatan. Paket 1A akan dikerjakan oleh Hutama Karya berupa peninggian jembatan Kaligawe, elevated freeway, dan Pile Slab. Untuk Paket 1B akan dikerjakan oleh PT PP dan Wika, berupa pembuatan tanggul laut dan jalan utama, serta pembangunan rest area dan gerbang tol.

Sedangkan Paket 1C yang dikerjakan oleh PT Adi Karya berupa pengerjaan kolam retensi dan rumah pompa. Akan ada dua kolam retensi yang akan dibangun, yakni kolam retensi terboyo seluas 225 Ha, dan kolam retensi Sriwulan seluas 35 Ha.

Tinggalkan Balasan