31 C
Kudus
Rabu, September 22, 2021
spot_img
BerandaKisahAwalnya Iseng Posting...

Awalnya Iseng Posting Puding Buatannya di FB, Kini Puding Jadi Ladang Rezeki Martha

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang wanita, terlihat sedang memasukkan bubuk agar-agar, gula, dan air ke dalam panci berukuran kecil. Setelah dicampur menjadi satu, ia pun meletakkan panci di atas kompor dan mulai menyalakan kompor dengan api kecil. Ia adalah Rahayu Eka Martha Ningtias (37) pemilik Puding Mama Akma.

Sehari-hari, ia membuat puding pesanan di rumahnya yang berada di Perumahan Taman Kembang Regency, Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Martha mengatakan, ia sudah menggeluti usaha pudingnya sejak 2016. Sebelum membangun usaha rumahan, Martha merupakan karyawan di salah satu perusahaan advertising di Semarang. Setelah menikah, ia memutuskan untuk keluar kerja dan menjadi ibu rumah tangga.

Puding Hampers Mama Akma yang bisa dikirim ke saudara atau teman. Foto: Kartika Wulandari

“Dulu awalnya malah nasi tumpeng dulu. Kalau usaha puding malah tidak sengaja. Karena anak saya suka, kemudian saya coba iseng upload di Facebook, eh malah banyak yang pesan,” ujarnya Jumat (16/7/2021).

- Ads Banner -

Baca juga: Puding Hampers Mama Akma, Solusi Mudah Kirim Hadiah ke Saudara atau Teman

Dari ketidaksengajaan itu, akhirnya Martha membuka usaha puding. Ia pun banyak sekali membuat olahan puding. Mulai dari puding buah, puding susu, puding kelapa muda, puding oreo, puding kurma, dan masih banyak lainya.

“Kalau jenis puding sudah banyak yang saya buat sih. Pelanggan minta dibuatkan puding apa, insyallah saya bisa,” ucapnya.

Sejak awal membuka usaha puding, ia menjualnya dengan sistem pre order, yaitu melayani pemesanan H-1. Untuk pemesanannya, bisa melalui WhatsApp 082220107069. Sedangkan untuk melihat referensi pudingnya, bisa ke Instagram @mamaakma.kudus.

Baca juga: Kisah Eveline, Siswa SMA yang Punya Penghasilan Wah dari Jualan Strap Masker

“Sebenarnya dadakan bisa, tapi lihat waktunya juga sih. Jadi lebih baik pemesanan H-1,” ujar Martha.

Setelah menggeluti usaha selama lima tahun. Kini puding buatannya semakin banyak peminatnya. Bahkan jika ramai, ia bisa membuat 2-8 pesanan tiap harinya.

“Yah kalau ditotal omzet bisa Rp5 juta sampai Rp 6 juta dalam satu bulan, kalau ramai,” tukas Martha.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler