31 C
Kudus
Senin, Oktober 25, 2021
spot_img
BerandaFashionIni Tiga Teknik...

Ini Tiga Teknik Dalam Membuat Batik Ecoprint yang Perlu Kamu Ketahui

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan terlihat sedang menata satu per satu daun di atas kain berwarna putih yang memiliki ukuran hampir 2 meter. Ia menata daun tersebut sesuai dengan desain yang sudah ia rencanakan sebelumnya. Ia adalah Sri Yuni Karnawati (53), perajin sekaligus pemilik Batik Unix Ecoprint Kudus.

Yuni menjelaskan, jika ia sedang membuat batik ecoprint. Menurutnya, batik ecoprint merupakan salah satu cara baru membuat batik dengan menggunakan bahan alami.

Baca juga : Melihat Keunikan Batik Ecoprint dari Perajin Batik Unix Kudus

- Ads Banner -

“Kalau biasanya, batik itu kan menggambar desainya dengan cara dicap atau ditulis manual menggunakan malam. Nah, kalau ecoprint desainya asli dari bentuk tumbuhan dan bahan pewarnanya asli dari tumbuhan yang digunakan,” jelasnya, saat ditemui di kediamannya di Jalan Seco Rejo, Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

Katanya, batik ecoprint mempunyai 3 teknik dalam pembuatannya. Yang pertama yakni dengan teknik pounding (pukul). Untuk teknik ini, dalam pembuatanya daun atau bunga diletakkan di atas kain, selanjutnya pukul secara merata daunnya, sampai getah daunya terserap ke kain.

Kemudian, untuk teknik kedua yaitu dengan cara steaming (kukus). Lain dengan teknik pounding, teknik ini hanya menata satu persatu daun di atas kain. Setelah itu, gulung kain hingga rapat, lalu dikukus selama 2 jam, agar warna daun terserap dengan sempurna ke kain.

Untuk selanjutnya yaitu teknik fermentasi daun. Untuk cara ini, daun terlebih dahulu direndam menggunakan air cuka. Setelah direndam, daun tersebut ditata di atas kain, kemudian tutup kain dan pukul daun menggunakan alat keras, supaya motif dan warna daun bisa keluar dengan sempurna.

“Untuk jenis tumbuhan yang digunakan untuk ecoprint harus berbulu dan bergetah seperti daun jati dan daun lanang,” jelasnya.

Baca juga : Sempurnakan Tampilan dengan Batik Motif Kudus yang Cantik dari Genta Mas Batik

Sama halnya dengan kain batik, agar warna dan motif daun bisa bertahan lama, untuk mencucui kain batik ecoprint tidak boleh menggunakan sabun keras. Dan saat proses menjemur, kain ecoprint tidak boleh terkena sinar matahari langsung.

“Lebih baik, kalau mencuci menggunakan sabun lerak, kalau tidak punya, sabun bayi juga bisa,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,023PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
62,220PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler