BETANEWS.ID, PATI – Seorang bocah perempuan mengenakan celemek warna pink tampak begitu cekatan mengaduk tepung dengan mixer. Tak lama setelah itu, dirinya membentuk bulatan-bulatan kecil dari adonan tepung tersebut untuk dijadikan kue nastar. Aktivitas seperti ini, sudah hampir rutin dilakukan bocah kelas IV sekolah dasar, sejak beberapa pekan terakhir, ketika aktivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah dilakukan secara daring.
Bahkan, bocah yang tinggal di Dukuh Kerep Pare, RT 03 RW 02 Desa Tamansari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, sudah menerima pesanan. Tak hanya nastar saja, tetapi dirinya juga sudah menerima pesanan kue donat dan brownis.

Baca juga :Abon Tongkol Jadi Usaha Menarik, Awalnya Pipit Bantu Suami Makan Ikan
Adalah Neysa Putri Astagina (9), gadis kecil ini mengaku mulai menyukai bikin kue setelah melihat aneka tutorial memasak di Youtube. Apalagi, sejak pembelajaran dilakukan secara daring dari rumah, dia lebih punya banyak waktu mempraktikkan aneka masakan yang disukainya. Neysa, begitu panggilannya juga belajar membikin kue dari neneknya.
“Pertama kali yang mencoba masakan aku itu ya keluarga. Ada nenek, Budhe dan juga mama. Dari beberapa kue itu, paling seneng sih buat donat dari kentang dan nastar,” papar Nesya, Sabtu (11/7/2020).
Sementara itu, Wahyu Prihati (35) ibu dari Nesya mengatakan, ketika pertama kali anaknya membuat kue, porsinya terlalu banyak. Sehingga, kelebihannya ia bawa ke kantor tempat kerjanya. Kemudian, beberapa temannya di kantor mencicipi kue buatan Nesya itu.
“Pas waktu nyicipin itu, temen-temen kantor pada nanya dari mana belinya. Kemudian saya bilang jika kue itu yang bikin anaknya. Mereka pada kaget, karena anak kecil sudah bisa bikin kue yang enak kayak gitu. Kemudian, beberapa temen pesan untuk dibuatin,” ungkapnya.
Ia katakan, jika anaknya mulai tertarik dengan memasak sejak usai Ramadan. Ketika itu, Nesya berhasil puasa penuh di Bulan Ramadan, dan kemudian meminta hadiah kepada orang tuanya. Hadiah yang diminta yaitu oven dan mixer. Alat itu, kemudian digunakan anaknya untuk membuat kue kesukaannya.
Hingga saat ini, katanya, Nesya sudah melayani puluhan paket kue pesanan dari konsumen. Baik itu donat, nastar, brownies maupun cookies hingga bolu selai. Meski, sang anak tidak memikirkan profit dari hasil pemesanan kue tersebut, namun dirinya mulai mengajarkan manajemen penjualan. Paling tidak, katanya modal bisa balik, sehingga nantinya bisa digunakan untuk beli bahan kue lagi.
“Ya itu, patokannya sekarang mengajari bukan perihal keuntungan, tapi minimal bisa beli bahan-bahannya lagi. Karena dia memasak itu bahannya juga yang premium mintanya. Kalau belanja, anak ini milih sendiri. Beli tepung ya tepungnya yang paling bagus, keju dan segala macamnya. Soalnya diukurnya dengan kualitas yang dia rasakan di lidahnya. Gak mau yang sedikit meleset. Katanya nanti hasilnya nggak enak,” kata dia.
Baca juga : Es Dawet Durian di Dapoer Gentong Laku Hingga 150 Porsi Sehari saat Weekend
Meskipun begitu, kue-kue yang dijual dengan label Cooking With Neysa dibanderol dengan harga yang ramah di kantong. Bahkan bisa dibilang di bawah pasaran. Misalkan, satu wadah nastar dengan berat kurang lebih 400 gram, hanya dibanderol seharga Rp 35 ribu. Begitu pun dengan harga kue-kue lain.
“Kalau bolu selai ada dua macam, yang original dan pakai toping. Kalau yang original Rp 25 ribu per wadah. Kalau toping keju atau toping permen harganya Rp 30 ribu per wadah. Kalau donat per bijinya Rp 5 ribu, biasanya satu wadah isi 6, jadi Rp 30 ribu. Terus, cookies 250 gram itu Rp 25 ribu dan brownies kukus per wadahnya Rp 35 ribu,” kata Ayu.
Editor : Kholistiono

