31 C
Kudus
Sabtu, Juli 4, 2020
Beranda Kisah Lahir di Keluarga...

Lahir di Keluarga Sederhana, Haryanto Kecil Harus Cari Rumput untuk Ditukar dengan Nasi

BETANEWS.ID, KUDUS – Di pojok garasi Perusahaan Otobus (PO) Haryanto yang berada di Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tampak sebuah ruangan berpintu kaca. Di dalamnya, terlihat seorang pria mengenakan baret TNI sedang duduk dan mengobrol dengan seseorang. Pria tersebut yakni Haryanto pemilik PO Haryanto.

Haji Haryanto, Pemilik PO Bus Haryanto. Foto : Rabu Sipan

Seusuai mengobrol, dengan ramah Owner Bus Haryanto tersebut menyambut hangat tim betanews.id. Dia pun berkenan untuk berbagi kisah hidupnya serta pahit manis merintis usaha angkutan darat itu. Dia mengatakan, lahir pada tahun 1959 dari keluarga dengan ekonomi serba kekurangan.

Ibunya bernama Sutami, seorang pedagang di pasar. Sedangkan bapaknya adalah Muhammad Sipan, seorang buruh serabutan. Haryanto sendiri merupakan anak ke enam dari sembilan bersaudara. Karena himpitan ekonomi, Haryanto kecil tahu pasti bagaimana perjuangan kedua orang tuanya membesarkan anak – anaknya.

“Karena keadaan yang susah itu. Setiap saya akan berangkat dan sepulang sekolah dasar (SD), aku nyari rumput dulu. Rumput yang saya dapat itu bukan untuk makan ternak kami, tapi saya tukar dengan nasi. Itu saya lakukan untuk bantu orang tua, agar semua saudaraku kebagian nasi untuk dimakan,” kenang Haryanto, Kamis (20/5/2020).

Baca juga : Ternyata Ini Filosofi Gambar Menara Kudus pada Setiap Bus Haryanto

Dia menuturkan, meski anak ke enam, ia adalah anak laki – laki pertama di keluarga. Sebab itu, kata dia, dari kecil sudah ikut kerja keras untuk bantu ekonomi keluarga. Setelah lulus SD, pada tahun 1974 Haryanto masuk sekolah teknik negeri (STN). Sekolah setara SMP pada masa sekarang.

“Saat sekolah di sekolah teknik itu, setiap pulang sekolah saya juga tetap kerja. Kadang nyari rumput. Terkadang kerja belah batu kris. Saya juga pernah jualan es lilin keliling. Bawa termos dan alat teloletnya,” bebernya.

Hasil kerja dan jualan es, tuturnya, semua diberikan kepada orang tuanya untuk kebutuhan keluarga. Usai lulus sekolah teknik negeri (STN) di tahun 1977, dia mengaku harus mengurungkan niatnya untuk meraih mimpinya jadi TNI. Lagi – lagi penyebabnya adalah himpitan ekonomi keluarga.

“Saya pun kemudian kerja serabutan. Pernah kerja jadi kernet buruh bangunan. Pernah kerja jadi cleaning servis hotel di Kudus. Kerja jadi buruh di perusahaan rokok juga pernah. Pokoknya dulu itu, kerja apa saja saya lakukan yang penting halal dan bisa bantu orang tua,” ungkapnya.

Hingga pada tahun 1979, lanjutnya, ia mendaftar menjadi Tentara Nasional Indonesi (TNI) dan lolos. Setelah diterima, Haryanto ditugaskan di Batalyon Arteri Pertahanan Udara Ringan 01 Kostrad di Tangerang. Saat itu, dia mengaku bangga dan bahagia bisa jadi seorang prajurit seperti yang dicita – citakan.

“Setahun kemudian saya dapat beasiswa sekolah di Bandung, untuk dilatih jadi pengemudi kendaraan yang khusus mengangkut kendaraan senjata berat. Di antaranya tank,” tuturnya.

Pada tahun 1982, lanjutnya, ia mendapat kenaikan pangkat yang mulanya prajurit dua jadi perajurit satu. Di situ dia nekat mempersunting dara pujaan hatinya bernama Suheni. Setelah menikah kata dia, dengan gaji hanya Rp 18 ribu sebulan dan jatah beras 16 Kilogram saat itu, ia memboyong istrinya hidup mengontrak.

“Karena penghasilan pas – pasan Mas, saya mengontrak bekas kandang ayam untuk kami tinggali. Di saat itu, harta saya selain keluarga ya jam dinding saja mas,” kenangnya.

Setelah menikah setahun kemudian, dia punya anak. Dengan gaji pas – pasan ia pun memutar otak agar punya penghasilan tambahan. Hingga Haryanto memutuskan setiap pulang dinas, ia kerja jadi sopir angkutan kota.

“Sepulang dinas, saya jadi sopir angkot sampai malam mas. Setidaknya saya bisa bawa pulang uang Rp 10 ribu sehari. Sejak punya kerja sampingan itu, saya bisa mengontrak ke tempat yang lebih layak,” ujarnya

Pada tahun 1984 anak ke duanya lahir. Dia mengaku, setiap pulang dinas dan kerja sampingan jadi sopir angkot, selalu menangis saat lihat kedua anaknya tidur. Dia kepikiran nasib masa depan anaknya kelak jika kehidupannya seperti itu terus.

“Pada tahun yang sama, saya nekat beli mobil angkot bekas. Dengan uang Rp 750 ribu yang saya jadikan uang muka,” bebernya.

Dalam setahun, mobil angkotnya itu sudah lunas. Dan di tahun berikutnya, Haryanto beli angkot lagi secara kredit. Di tahun 1987, dia mengaku ada rezeki dan mengajak istri dan ibundanya untuk haji. Kata dia, sepulang dari haji, bisnis angkotnya berkembang pesat. Bahkan dia juga punya showroom mobil angkot juga.

Pada tahun 1998, Indonesia krisis moneter. Pada saat itu, banyak angkot yang dijual murah. Saat itu dia membeli banyak mobil angkutan kota. Setelah moneter lewat dan ekonomi membaik pada tahun 2000, dia memutuskan pensiun dini dengan pangkat kopral kepala. Di tahun yang sama, sebagian besar angkotnya dijual untuk dibelikan lima bus trayek Cikarang – Tangerang.

Baca juga : Agar Mudah Dikenali Fans Haryanto Mania, Setiap Bus Punya Julukan Khas

Namun sayang, usaha bus trayek tersebut tidak jalan. Kemudian busnya dialihkan trayek Jakarta – Kudus dan sekitarnya. Menurutnya, saat itu respon masyarakat bagus. Banyak masyarakat yang naik Bus Haryanto.

Dia pun bersyukur, usaha PO Bus Haryanto selalu berkembang hingga sekarang. Kata dia, PO Haryanto sekarang punya sekitar 240 armada yang melayani berbagai trayek tujuan Jabotabek, Bandung, sebagian wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Serta juga ada armada pariwisata.

“Alhamdulillah usaha otobus saya diberi kelancaran oleh Allah. Semoga makin maju dan berkembang. Pokoknya saya bersyukur, terlahir dari keluarga tidak mampu hingga bisa jadi seperti sekarang ini,” kata Haryanto sambil menatap foto ibunya.

Editor : Kholistiono

2 KOMENTAR

  1. Sukses selalu bapak H.haryanto,,,, semoga senantiasa di beri kesehatan dan keselamatan oleh Allah Swt, di lancarkan rejekinya dan di mudahkan segala urusan di dunia hingga akhirnya kembali dalam keadaan khusnul khatimah, amin,,,,
    Salam dari kudus utara

Tinggalkan Balasan

24,655FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,306PengikutMengikuti
12,711PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Dibuka Kembali, Wisata Ternadi yang Suguhkan Indahnya Alam Muria Ramai Pengunjung

BETANEWS.ID, KUDUS – Keindahan lereng Penggunungan Muria langsung menyergap indra penglihatan saat tiba di Destinasi Wisata Ternadi, Sabtu (27/6/2020). Cuaca yang cerah...

Industri Furniture di Semarang Ini jadi Langganan Artis Hollywood

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tiba-tiba menghentikan sepedanya ketika melintas di depan bangunan tua bergaya Eropa di Jalan Raya...

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Kelas 3 Dapat Subsidi Rp 16.500

BETANEWS.ID, KUDUS - Sejumlah orang yang hendak masuk ke kantor BPJS Kesehatan Kudus tampak diarahkan untuk cek suhu badan dan cuci tangan...

Segar di Mulut Aman di Perut, Es Mie Telur Jelly di Kedai Azzam Diburu Pembeli

BETANEWS.ID, KUDUS - Di tepi Jalan Tambak Lulang, Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kudus tampak bangunan bercat merah jambu. Di dalam bangunan terlihat...

Satu Pegawai Positif Covid-19, Kampus UMK Diliburkan Sepekan

BETANEWS.ID, KUDUS - Universitas Muria Kudus (UMK) akan meliburkan sementara aktivitas di kampus menyusul adanya satu pegawai yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Mantan Anggota DPRD Kudus Meninggal di Depan ATM

BETANEWS.ID, KUDUS - Mantan Anggota DPRD Kabupaten Kudus , Ngatmin Ali Manda meninggal mendadak di depan ATM BNI dekat Kantor Perusahaan Daerah...

Sempat Stop Setahun, Pedangdut Ayu Vaganza Kembali Konsumsi Narkoba Karena Sepi Job

BETANEWS.ID, KUDUS - Pedangdut Ayu Vaganza (23) ditangkap Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Kudus, Selasa (30/6/2020). Perempuan yang memiliki nama asli...